ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
| Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap mengudara |
Jika tak ada aral melintang, pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas), yang dirayakan pada 8-10 Agustus di Makassar, Sulawesi Selatan, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan memamerkan pesawat produksi terbarunya, N219.
Tentu saja, sebelum dipamerkan pesawat tersebut akan menjalani uji terbang terlebih dahulu.
Menteri
Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad
Nasir, dalam acara The 2nd WOW Brand Festive Day di Jakarta, Kamis
(9/3/2017), dikutip Liputan6, menyatakan bahwa N219 akan menjalani uji terbang pada akhir April atau awal Mei 2017.
"N219 masih terakhir uji wing, uji sayap hampir selesai. Ini pada tahap uji gear, landing gear untuk landasan kalau sudah selesai, di akhir April atau awal Mei uji terbang," jelas Nasir.
N219 merupakan pesawat dengan kapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada Regulasi Keamanan Penerbangan Sipil (CASR) Part 23 (fail pdf).
Ide
dan desain dari pesawat dikembangkan oleh PTDI, sementara pengembangan
program dilakukan PTDI bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan
Antariksa Nasional (LAPAN).
Pesawat ini sudah mulai dikembangkan sejak tahun 2011 dan purwarupa pesawat itu sendiri sudah diperkenalkan pada 29 Oktober 2015. Saat itu PTDI menjadwalkan N219 akan menjalani uji terbang pada April 2016, tetapi berbagai kendala membuatnya terus tertunda.
Kali ini PTDI yakin target uji terbang N219 bisa sesuai jadwal, bahkan mungkin lebih cepat.
"Insya
Allah sebelum Mei (2017) terbang," ungkap Direktur Utama PTDI, Budi
Santoso di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/3/2017), kepada detikFinance.
Ia menjelaskan, sebelum tes dilakukan semua sistem yang ada di pesawat akan diuji ulang terlebih dahulu.
Selain
mempersiapkan pesawat, Budi juga menyatakan bahwa PTDI masih mencari
pilot yang bakal membawa N219 mengangkasa untuk pertama kalinya.
Jika
uji terbang berhasil dilakukan pada Mei, PTDI berharap sertifikat laik
terbang dari Kementerian Perhubungan untuk N219 bisa diraih pada akhir
tahun ini.
Apabila sertifikat sudah didapat maka PTDI bisa segera memasarkan pesawat tersebut. Menurut Budi, dikutip CNN Indonesia (2/3), sudah ada 200 unit yang dipesan walau mereka belum menandatangani kontrak pembelian.
PTDI memasang target untuk bisa mulai memproduksi massal pesawat tersebut pada 2018.
Berbasis CASA C212 Aviocar
![]() |
| Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap mengudara |
PTDI
telah lama berkolaborasi dengan CASA (produsen pesawat terbang yang
kini menjadi bagian dari Airbus Defence & Space) untuk membangun
CASA C212 Aviocar. Pengalaman itu membuat rancangan N219 tampak berbasis
pada C212 walaupun lebih panjang dan halus.
Secara aerodinamika, menurut situs IHS Jane's 360,
N219 diklaim lebih baik daripada C212 dan penempatan sayap pada posisi
yang lebih tinggi membuat kabinnya terasa lebih lapang. Kabin itu
berdimensi panjang 6,5 meter, lebar 1,82 meter, dan tinggi 1,7 meter.
Tenaganya
diperoleh dari dua mesin propeler Pratt & Whitney Canada PT6A-42
turboprops yang masing-masing menghasilkan tenaga 850 shp (shaft
horsepower). Dengan tenaga itu, N219 bisa tinggal landas pada jalur
sepanjang 600 m dan mendarat pada jalur kurang dari 800 m.
Sebagai pesawat perintis, PTDI menyatakan N219 bisa mendarat di landasan tanah, berumput, atau berkerikil.
Dipaparkan KompasTekno
(13/12/2015), kokpitnya dilengkapi dengan Synthetic Vision Technology
(SVT), yaitu sistem komputer yang menampilkan citra lingkungan sekitar
pesawat di layar utama kokpit (multi function display/MFD).
Layar
akan menampilkan kontur permukaan bumi (topografi) dalam model tiga
dimensi (3D), komplet dengan informasi-informasi utama penerbangan (primary flight display/PFD) yang dibutuhkan pilot, seperti altitude (ketinggian), airspeed (kecepatan di udara), serta attitude pesawat.
"Synthetic vision ini seperti main game,
semua data informasi ditampilkan. Kalau ada data gunung di sekitar kita
bisa masukkan dan disinkronisasi," kata Direktur Teknologi dan
Pengembangan PT DI, Andi Alisjahbana.
Selain untuk penerbangan
komersial, N219 juga bisa digunakan dalam berbagai keperluan lainnya
seperti mengangkut tamu VIP, pasukan, barang, pengawasan laut, dan
keperluan SAR atau evakuasi medis.
Kini semua menanti apakah kali ini PTDI bisa memenuhi target uji terbang N219 sehingga bisa dipamerkan di Makassar pada Agustus.
"Keberhasilan
terbang perdana N219 sangat penting artinya bagi PTDI dan industri
dirgantara di Indonesia. Karena merupakan pembuktian bahwa bangsa
Indonesia mampu melakukan rancang bangun pesawat yang murni 100 persen
hasil rekayasa anak bangsa," tegas Menristekdikti Muhammad Nasir.


0 Response to "MANTAB..!!! Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Mengudara, Berikut Update Beritanya"
Posting Komentar